Halaman

Rabu, 18 Februari 2009

ayah-bunda izinkan aku(10)

Ternyata wisuda bukanlah akhir dari pertempuran melainkan justru awal pertempuran. Welcome to the real life! Selama ini aku memang kerja part time, tapi juga tetap dapat subsidi dari ortu. Tapi setelah wisuda, tak sepeserpun ku diberi. Ingin minta, malu boo! Hiks..teganya.

Pasalnya ortu meminta ku untuk pulang dan mengabdi di kampung halaman. Setidaknya aku bisa bebas biaya hidup jika disana. Tapi aku tetap ngotot bertahan disini. Sebabnya adalah:

Pertama, aku yang baru saja lulus, memiliki egoisme yang tinggi. Aku belum sanggup untuk berada dikampung halaman karena yakin idealismeku akan terkikis sampai habis bila berada disana, aku yakin aku tak kan sanggup menulis lagi. (ini perasaanku saja sebenarnya!),
Kedua, aku tidak suka suasana dan prilaku yang berlomba-lomba pamer kekayaan serta kekerasan dan juga adat yang salah tapi sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat di daerahku (suatu saat bacalah tulisanku tentang Kotabumi -kota paling tua di Lampung yang pertumbuhannya terhambat-) kepada penduduk kotabumi, maafkan jika aku belum bisa menuliskan sebuah kebanggaan tentang negeri yang sangat diagungkan oleh kalian.
Ketiga, karena aku ingin mandiri. Aku tak ingin selalu berada dibawah ketiak ortu ku.
Keempat, karena semua teman sepermainanku telah menghilang, dan telah berbaur dengan egoisme adat.
Kelima, karena aku akan mengalami kebosanan, jika ortu dan tetangga menanyakan siapa prince charmingku dan kapan akan menikah? Dan aku yakin ini adalah pertanyaan wajib yang akan mereka lontarkan. (ini kan rahasia Allah, tak seorangpun tahu.)
Keenam, karena aku masih memegang sebuah amanah di FLP dan aku juga membutuhkan organisasi ini dan juga orang-orang yang berada didalamnya. Bagiku FLP adalah tempat lahirnya matahari yang selalu memberi cahaya. (ciyee..)

Akhirnya ortu mengizinkan, tapi dengan catatan tak lagi diberi subsidi. Sepertinya mereka benar-benar ingin mengetest mentalku. Baiklah ayah dan bunda, aku akan berusaha bertahan untuk mendewasakan pikiranku dan mengenyam pengalaman. Aku akan kembali, jika aku sudah memiliki bekal yang cukup untuk bertahan disana.

2 komentar:

anum mengatakan...

FLP...tempat lahirnya matahari yang selalu memberi cahaya...dalem bener nih rasa2nya...^_^

slmt bjuang mbak...!!!

Anonim mengatakan...

ya gitu deh num, jika dirimu sudah bergabung di flp, kamu akan merasakan kedalaman makna dalam setiap langkahmu disana. ciyeee