Halaman

Senin, 17 September 2012

JUBAH KUNANG-KUNANG BERMANDI CAHAYA



Kawan, mari berkumpul dengarkan ceritaku
Suatu hari seekor kunang menemukan taman
Bangunannya rapuh, dan tertutup ilalang rimba
Aksara tercecer dimana-mana. . .

Bersama kunang-kunang tua, mencabuti ilalang
Meletakkan kembali pondasi taman, hingga berdiri tegak
Merangkai aksara, meniupkannya ke seluruh penjuru mata angin
Memancing kunang-kunang lain meramaikan lembah

Taman kunang-kunang di Lembah Aksara bergema
Cahaya kehidupan mengalir deras, Aksara berloncatan
Kunang-kunang mengejar dan menangkap
Kunang-kunang memekik riang

Tamu-tamu tak dikenalpun datang
Menjelma kunang-kunang
Bermetamorfosis jadi kunang-kunang!
Ingin dapat sepercik cahaya terang

Sayang cahaya tak mudah digapai, terangnya silau
Kunang-kunang instan jatuh berguguran
Taman kunang-kunang bertabur bangkai
Metamorfosis gagal

Slalu puluhan kunang instan jatuh membentur pondasi taman
Bangunan beranjak rapuh kembali
Kunang –kunang yang tersisa smakin lelah,
Smakin renta, Smakin hilang daya, Smakin terpejam

Sementara silau cahaya masih membubung di puncak lembah
Menarik ratusan tamu yang ingin menjelma kunang-kunang
Akankah mereka dibiarkan bermetamorfosis instan?
Berguguran sebelum mencapai puncak cahaya
Kembali meluluhlantakkan pondasi taman yang tlah rapuh
Akankah kembali bermetamorfosis gagal?

Wahai kunang-kunang lembah aksara
Bangunlah dari tidurmu, arahkan metamorphosis tamumu
Jangan skedar bermandi percikan cahaya
Ajari mendaki, klak kau jumpai jubah cahaya
Yang tak kan lekang darimu


Bandar Lampung, Januari 2011



1 komentar:

Phroyo E Onno mengatakan...

di lembah aksara
ada taman bercahaya
kunangkunang
aku senang

(aku jadi kunangkunang
sepanjang jalan aksara
seolah beterbangan
hiks, :) )