Halaman

Rabu, 11 Februari 2009

Unbelievable

wooow fren...hari ini semuanya terasa unbeliavable. sampai-sampai apa yang kudengar, kusaksikan, kutunggu dan akan kuhadapi adalah unbelievable!

unbelievable!

unbelievable!!

unbelievable!!!

Senin, 09 Februari 2009

Pertempuran Memanas (6)

Tidak ada yang sanggup membahas morphology dalam draf novel ilmiahnya. Karena sangat sulit. Ya iyalah, mempelajari word. Akupun tak tahu apa yang harus aku lakukan, karena tak menemukan referensi yang pas, ada sedikit yang kutemukan di internet, selebihnya menekuni buku teks morphology yang sangat langka dan bahasanya, amboii terlalu inggris baku. Aku sampai sakit gigi memahaminya! Pasalnya aku tak paham. Sebuah awal yang sulit!

Akhirnya pertolongan datang, seorang teman memberikan referensi yang pas banget dengan yang ingin kucari. Referensi itu berasal dari thesis temannya di universitas Gunadarma, Jakarta. (Vey, I luv u so much)

Akhir April kuserahkan draft pertamaku pada Mr. Good. Bagai malam dan siang deh perbedaan Mr. Good dan Mr. Tango! Aku tak lagi merasa mules atau panas dingin jika ingin bimbingan, tak ada bentakan dan tak ada kata-kata kasar. Dan aku hanya menyerahkan draf 3x, pertengahan Mei aku mendapat persetujuan seminar. Tapi Mr. Low belum Acc, ia ingin draft novelku benar-benar menggunakan bahasa akademik. Alhasil aku baru bisa seminar akhir Juni. Dan di seminar itu, tak ada yang berhasil membantaiku, semua bisa kujawab dengan mudah. Entah mengapa aku merasa paham dengan novelku sejak itu. Dan sungguh mengejutkan Mrs. Perfect diajukan untuk menjadi interaterku oleh para lecturer. Namun dijawab dengan canda oleh Mrs. Perfect, jika aku sanggup membayarnya. Hikz..aku manyun!

Oh ya, satu lagi Dr. Sleep (karena ia selalu terlihat mengantuk, layaknya professor difilm2 yang menggunakan kacamata dan kepalanya hampir botak semua, karena kebanyakan belajar) menanyakan mengapa aku menggunakan kata reseacher, bukannya writer dalam draft novel ilmiahku? Waduh seingatku dulu, yang menganjurkan menggunakan kata researcher adalah Mr. Tango! Dasar Tango, menyesatkan! Ternyata researcher digunakan untuk seorang yang sudah ahli dan pekerjaannya memang meneliti, sementara aku kan bukan ahli morphology jadi lebih baik menggunakan writer. Olala, gitu toh?!

Juli, sekolah libur. So aku tak bisa melakukan penelitian. Jadi aku rehat sementara sambil mengurus visa ku di universitas yang hanya bisa diperpanjang sampai bulan desember 2008. Jika aku belum juga selesai, maka aku akan dideportasi!

Agustus is coming… penelitian!
After that, Olah Data!
Aku tak jadi meminta Mrs. Perfect untuk menjadi interaterku, tak sanggup membayarnya. Emang sih aku tidak bertanya berapa bayarannya? Atau mungkin ia mau membantu tanpa dibayar? Aaah imposible, aku tak mungkin bisa melakukan hal itu. Setidaknya aku harus memberinya kompensasi. Memberi sedikit tak enak, memberi banyak ku tak sanggup. Akhirnya kuminta bantuan 2 teman saja untuk menjadi interaterku. Dua? Hehe,..yang nyata. Yang tersembuyi banyak boo… thanks banget tuk Mrs. Lela and Miss.Endang yang bersedia meluangkan waktu selama berminggu2 untuk memelototi 9000 kata yang harus aku teliti. Thanks tuk Mr. Sinchan yang rela istrinya kusibukkan dengan data-dataku. Thanks tuk Miss.Vey, walau jauh di Jakarta kau bersedia jadi interater via sms dan telpon (habis berapa ya bu?) and thanks untuk diriku yang telah berjuang sekuat tenaga. Ciyeeee…

Awal September penyerahan draft hasil!
Berita mengejutkan Mr. Good akan menunaikan rukun islam yang kelima, naik haji ke tanah suci Mekah. Duuuuuuuuh, aku kan lum seminar hasil, belum kompre. Gimana neh? Desember deadline! Mr. Low Profile sibuk mengurus PLPG (sertifikasi untuk guru-guru)

Akhir September Mr. Good memberikan Acc untuk seminar hasil. Tapi aku belum bimbingan dengan Mr. Low Profile! Oktober libur Idul Fitri!

Wow, teman! aku tak tahu lagi jalan mana yang harus ku tempuh. Mendesak Mr. Low Profile untuk mempercepat Acc, itu tidak mungkin berhasil! Walau baik, Mr Low adalah sosok perfectionis and prosedural. Jika ia sedang tak mau diganggu, maka tak ada yang boleh mengganggunya. Akhirnya aku hanya bisa pasrah, berdoa pada Allah, meminta sebuah miracle diturunkan padaku dan tak lupa berusaha untuk selalu bisa menghadap Mr. Low setiap hari di jam-jam sibuknya.

24 september sampai 24 November (hari Form A) kunamakan dengan 60 hari mengejar wisuda!

Sabtu, 07 Februari 2009

I get Mr. Good (5)

Allah tahu yang terbaik buat hambaNya. Dan begitu pula yang terjadi padaku. Hari itu aku menumpahkan semua uneg-unegku pada Mr. Low Profile dan iapun ikut berang karena tindakan Mr. Tango. Ia menyetujui bulat-bulat rencana penggantian advisor pertamaku. Dan memberiku langkah-langkah yang harus kutempuh agar bisa mulus menghadap Mrs. Perfect. Beliau juga yang menyarankanku untuk meminta Mr. Good sebagai pengganti Mr. Tango.

Aku terhenyak, Mr. Good adalah orang pertama yang dulu kuminta dan kuajukan serta kuharapkan untuk menjadi advisorku pada awal pengajuan judul novel ilmiahku. Namun saat itu, entah bagaimana para lecturer memutuskan Mr. Tango sebagai advisorku, mungkin karena judul yang lolos adalah mengenai Translation yang notabene adalah bidang Mr. Tango.

Well, keesokkan harinya sesuai saran Mr. Low aku menghadap Mr. Tango kembali, untuk meminta surat mandat penyerahan advisor. Dan tanpa basa-basi serta tanpa senyum, ia membuatkan surat mandat tersebut. Dan bayangkan, ia menyatakan dalam surat itu bahwa aku hanya 2x menghadapnya. Aku protes, aku bilang 2,5 tahun bukan hanya 2x. dan ia bersikeras untuk menulis 2x dan ditambah intensif. Dengan alasan itu, ia bilang aku bisa berargumen telah menghadapnya berkali-kali tapi tidak intensif dan yang intensif hanya 2x. ugh, aku kesal sekali! Tapi aku ingat pesan Mr. Low untuk tidak membuat masalah dengan Mr. Tango, agar tidak dipersulit. Akhirnya aku mengiyakan saja apa yang ingin ditulis Mr. Tango.

Setelah itu aku menghadap Mr. Good, meminta kesediaannya menjadi advisorku. Mr. Good sih oke-oke saja, asal Mrs. Perfect mengizinkan. Hari itu juga, aku menghadap Mrs. Perfect. Dan seperti yang sudah kuduga, Mrs. Perfect tidak mau menerima permintaanku untuk ganti advisor.
“Tidak bisa! Anda harus menjalani prosedur yang sudah diputuskan di rapat. Tidak ada pergantian advisor, kecuali jika mereka studi keluar negeri.”

Tiba-tiba Mr. Low masuk ke ruang Mrs. Perfect, begitu melihatku ia tersenyum lalu bertanya “bagaimana?”
Aku hanya menjawab “sedang dibicarakan, sir”
Lalu beliau beralih ke Mrs. Perfect, dan berbicara sebentar. Entah apa yang mereka bicarakan, aku tak peduli.
Begitu mereka selesai bicara, dan Mr. Low sudah keluar, segera kusodorkan surat mandat penyerahan dari Mr. Tango. Entah karena surat itu atau juga karena aku mengembel-embelkan nama Mr. Low sebagai salah satu advisorku yang juga menyetujui penggantian itu, akhirnya Mrs. Perfect menerima untuk mengganti advisorku dan membuat surat keputusannya.
“oke, karena memang Mr. Tango sudah menyerahkan maka mulai hari ini anda sudah tidak dibwah bimbingan beliau lagi”

Akhirnya semua berjalan mulus, tapi dengan terpaksa judulku diganti lagi, bukan dalam cakupan translation lagi tapi harus diubah ke dalam cakupan writing. “An Analysis of Morphological Errors in Students’ Writing at the Second Year of SMU..” Hiks, ini malah tambah susaah fren, karena berdasarkan surface strategy dan communicative effect!hiks, Tapi tak apa-apalah, setidaknya Mr. Good and Mr. Low Profile adalah sahabat.

Oh ya, kali ini aku bercerita pada My academic advisor (PA) dia sampai marah mendengar ceritaku dan berulang kali menyesalkan mengapa tak pernah memberitahunya selama ini. Ia ingin melabrak Mr. Tango, tapi buru-buru kubilang semua masalah sudah selesai dan tidak sepenuhnya kesalahan Mr. Tango, ada juga kesalahanku karena terlalu mempertahankan kajian translation. Dan yang lebih penting agar tidak terjadi perseteruan antara PA ku dengan Mr. Tango. Secara PA ku adalah orang pintar yang kaya, sayangnya ia sudah malas mengajar, tapi semua dosen segan padanya karena ia terlalu pintar, lagipula ia lebih sering pergi ke luar negeri ketimbang berada di universitas.hehe…dasarnya PA ku lebih senang terjun ke politik, ambisinya jadi menteri sih.

Ternyata hikmah dari semua yang kulalui adalah aku kembali mendapatkan Mr. Good, walau dengan proses panjang, melewati 2,5 tahun. Allahu Akbar! Allah Maha Besar dan Maha mengatur segalanya.