Selasa, 03 Februari 2009
Mood Mr. Tango (2)
Dan draft itu kukerjakan kembali, bolak-balik memenuhi permintaan Mr. Tango yang minta ini dan itu diubah. Akhirnya aku harus siap mendengar luncuran kalimatnya. “I think, ur draft is complicated. It’s so hard for you. Pliz be specific for the text. More specific! Yes, I think, you must change this draft…”
Aku protes, tak terima dipermainkan berkali-kali “ But sir, I think I can do this draft. It’s so easy for me. This the third title changed. If I must change again, it means the fourth sir. Pliz, help me sir. I just have a little time to live in this university, Sir…..” bla…bla…rengekan dan argumen tak jua mengubah keputusannya.
“It’s the last, we never change it again. Ok, do it as fast as u can and I will give u approval for seminar”
“What the title, Sir? I don’t have any idea this time”
“u must look for by yourself, because it’s ur duty!”
STUPID! Rutukku dalam hati. Ia yang meminta judul untuk diganti lebih spesifik, tapi tak juga mau memberi alternatif judul yang ia mau. Aku harus mencari lagi, dan lagi! Apa sih hikmah dibalik ini semua?Aku lelah, sumpah! Teman-teman yang barengan nulis novel ilimah sudah pada mencetak novel mereka, dan akan segera menerbitkan novel ilmiah mereka dan siap menerima reward. Nah aku? Hiks…Ya Allah, apa sebenarnya hikmah yang ingin Kau tunjukan padaku??? T_T
Sabtu, 31 Januari 2009
Awal Petaka (1)
Setelah 2,5 tahun menjalani konsultasi tak menentu dengan Mr. Tango, aku akhirnya dilepaskan begitu saja. Hiks..aku benci sekaligus senang. Benci kenapa aku harus melewati hari-hari mencekam begitu lama, sekaligus senang aku bisa terlepas dari cengkeraman Mr. Tango. Guess what?
Yups, menjalani proses pembuatan novel ilmiah. Ceritanya begini, judul awal yang kuangkat dan disetujui oleh lecturers melalui mekanisme rapat adalah An analysis of Error in translating short story from Indonesia to English at the second years students of SMU…. Awalnya dapat pujian, coz ni judul belum ada yang ngangkat, belum ada referensi di universitasku. Kalo short story via writing atau reading sudah banyak sekali, tapi via translation belum ada. So, berjuanglah aku dengan semangat 45 mencari referensi dan menjalin kata menjadi bab 1-3. prosesnya panjang sampai memakan waktu 6 bulan dengan beberapa kali konsultasi ke my advisors yaitu Mr. Tango dan Mr. Low Profile. Perlu diketahui kedua advisors ku ini selalu berseberangan, alhasil jadilah aku diombang-ambing. Si Tango selalu mengejek si Low Profile karena menggunakan teori-teori akademis dan selalu memintaku untuk mengganti teori tersebut, sementara si Low Profile selalu menekankan teori-teori ilmiah karena aku sedang membuat novel ilmiah bukan novel picisan.
Setiap kali sebelum masuk ruangan Mr. Tango, keringatku jatuh membanjiri wajah dan membasahi tubuh serta perutku mules tak karuan. Mengapa? Karena aku tahu aku akan menghadap singa yang selalu mengamuk. Melihat proposal novel ilmiahku dibanting diatas meja atau dilempar ke lantai atau dicoret dari lembar pertama sampai lembar terakhir, adalah hal yang biasa kuhadapi. Tapi yang membuatku shock adalah kemarahan membabi buta Mr. Tango jika ia kalah berargumentasi denganku atau jika aku yang kalah berargumentasi dengannya. SERBA SALAH! Ia selalu bertanya tentang setiap kata yang kutuliskan didraft novelku dengan berfilsafat, muter-muter tapi akhirnya ke awal juga. Jika aku hanya mengangguk2 saja ia akan berang, jika aku ladeni iapun berang. Dan klimaksnya, ia memintaku mengganti judul dengan menganalisis terjemahan short story dari bahasa inggris ke bahasa Indonesia kemudian di kompare. Ia ngotot mengatakan judul awal adalah judul tesis dan hanya dia yang bisa melakukannya sementara aku belum. Well, aku pusing. Membantah sama saja dengan mencari kematian!
Jumat, 02 Januari 2009
I'm coming again
tenang...tenang... yang penting aku memenangkan pertempuran dan bawa banyak sekali oleh-oleh cerita nih. tapi masih bercampur aduk. harus dipisahkan dan disaring dulu ya.
wait me guys...